
Aku mau berbagi pengalaman religi nih...Sekian lama aku hidup dalam ketakutan, baru di tahun 2008 inilah aku benar-benar mau membuka tabir cerita buramku ini. Karena dulu...aku sama sekali nggak punya kekuatan untuk cerita.
Perjalanan hidupku kayaknya berliku-liku deh. Hehehe...yah, sejauh yang aku alami. Buatku sih cukup berat, nggak tahu kalo buat orang lain. Karena aku yakin banget Allah itu akan menguji umatNya sesuai dengan kemampuan umatNya.
Aku masih mengingat dengan baik tanggal 5 Mei 2004 lalu. Saat itu tepat jam 12 malam, aku baru akan memejamkan mataku sementara di sebelahku ada alqur-an kecil. Aku kebetulan habis membaca surat Yasin. Tiba-tiba aja ada angin yang kencang, dingin, muter di sekeliling tubuhku. Aku langsung teriak-teriak ketakukan dan cuma kata ALLAHU AKBAR aja yang bisa aku ucapkan.
Habis itu, langsung kakak dan adikku yang kebetulan tidur di lantai atas turun, ayah dan umiku yang tidur di sebelah kamarku juga terbangun. "Ya ampun ani, teriakan kamu dahsyat amat!!!" begitu mbak Yuli (kakakku) bilang. Jarak dari lantai atas ke kamar tidurku memang cukup jauh, karena ada 3 pintu yang harus dilewati. Jadi wajar aja kalo Mbak Yuli bilang teriakanku dahsyat banget. Ayah dan umiku langsung memberi aku air minum. Trus ayahku membaca doa-doa. Sementara aku gak bisa ngomong apa-apa selain mataku melotot dan terus mengucap ALLAHU AKBAR.
Setelah itu, aku nggak berani tidur sendirian, umiku nemenin aku tidur di kamar. Aku peluk umiku erat-erat. Tapi ternyata....angin dingin itu masih saja mengganggu dan kenceng lewat-lewat di depan aku. Aku teriak lagi dan sampai pagiiiiiiiiiii.........akhirnya semua orang rumah terbangun ngejagain aku.Semenjak itulah aku jadi paranoid. Nggak pagi, siang atau malam, aku nggak berani sendirian di dalam ruangan. Bahkan ke kamar tidurku yang sejak SD aku tidurin sendirian, aku nggak berani!! Setiap aku mau mengambil baju, langsung badanku merinding dari ujung kaki sampai ke kepala. Mau mandi aja aku takuuuut, pasti kamar mandinya dibuka. Kalau biasanya, orang suka ngintipin orang mandi. Ini sih, kebalik, aku yang mandi, tapi sukanya ngintipin orang di luar. Hahaha.....aku dulu pas mandi, pintu kamar mandi di buka sedikit. Trus kalo umi aku atau kakakku nggak ada di sekitar kamar mandi, aku ngintip dan teriak.
Dulu itu, rumahku masih ramai karena kakakku yang nomor dua dan adikku belum menikah, jadi kami masih lengkap di rumah. Jadi, paling tidak aku punya banyak teman kalau ketakutan. Dari sinilah setiap malam kalau tidur, selalu ada yang mengganggu aku. Nyaris 2 tahun lebih aku selalu mimpi buruk dan seperti dicekek orang setiap tidur. Dan disaat aku kebangun, aku nggak bisa tidur lagi. Dan cuma ayahku yang selalu setia nemenin aku, bahkan kalau aku nggak bisa tidur, ayahku langsung nyalain tivi lagi atau kadang dia mengaji menunggu aku tertidur. Semenjak paranoid, aku tidur sama ayah dan umi aku. Yang paling sabar cuma ayahku, dia nggak pernah marahin aku. Sementara, umi aku masih sering ngomelin aku karena nggak sembuh-sembuh paranoidku.
Aku berobat ke orang pintar, ustad, kiayi, paranormal, psikiater. Aku juga terpaksa minum obat tidur selama 3 tahun dari dokter karena aku nggak bisa tidur. Kalau tidur, ya selalu mimpi buruk dan terbangun, setelah itu susah tidur lagi. Bahkan aku pernah disuruh mandi air kencingku sendiri ditambah kembang2an setelah berobat sama seorang kiyai. Tapi semuanya belum ada hasilnya. Pernah juga ikut ruqiah di Majalah Ghoib, tapi nggak ada hasilnya juga. Sampai akhirnya ada temen adikku yang memberi tahu tentang Abu Aqilla. Aku coba berobat ke sini.
Setelah aku berobat ke Abu Aqilla ini aku jadi ngerti banget tentang dunia ghaib itu seperti apa. Di sini aku nggak boleh percaya apa kata ustadz sebelumnya yang ngobatin aku, kalau aku jadi paranoid karena ada lelaki yang sakit hati sama aku. Tapi pak ustadz Abu Aqilla hanya bilang serahkan semua pada Allah. Karena hanya Allah yang tahu mengapa aku bisa jadi paranoid. Karena semua yang ghaib hanya Allah yang tahu. Aku juga rutin ikut terapi bekam, karena kepalaku harus dibekam makanya aku sempat botakin kepalaku 3x, selain itu setiap malam aku harus mengaji surat Al-Baqarah sampai khatam sebanyak 286 ayat. Aku juga disuruh melakukan puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari tidak) selama 2 bulan. Berat banget ngejalaninya, tapi lama-lama Alhamdulilah jadi ringan juga. Karena aku selalu yakin Allah gak akan memberikan cobaan diluar kesanggupan UmatNya.
Semua itu aku jalani perlahan-lahan dan perlahan-lahan keberanianku pun timbul. Yah, pokoknya lama-lama paranoidku hilang. Meski sampai sekarang aku belum berani tidur sendirian, kadang ditemani keponakanku yang gendut yang udah kelas 4 SD atau tidur sama pembantuku. Dan yang paling aku syukuri, bosku di PT Betawi Media Lestari baik banget, karena dia izinkan aku nggak masuk nyaris seminggu lebih gara-gara kena paranoid. Padahal waktu itu aku baru kerja 5 bulan lebih. Subahanallah!
Perjalanan hidupku kayaknya berliku-liku deh. Hehehe...yah, sejauh yang aku alami. Buatku sih cukup berat, nggak tahu kalo buat orang lain. Karena aku yakin banget Allah itu akan menguji umatNya sesuai dengan kemampuan umatNya.
Aku masih mengingat dengan baik tanggal 5 Mei 2004 lalu. Saat itu tepat jam 12 malam, aku baru akan memejamkan mataku sementara di sebelahku ada alqur-an kecil. Aku kebetulan habis membaca surat Yasin. Tiba-tiba aja ada angin yang kencang, dingin, muter di sekeliling tubuhku. Aku langsung teriak-teriak ketakukan dan cuma kata ALLAHU AKBAR aja yang bisa aku ucapkan.
Habis itu, langsung kakak dan adikku yang kebetulan tidur di lantai atas turun, ayah dan umiku yang tidur di sebelah kamarku juga terbangun. "Ya ampun ani, teriakan kamu dahsyat amat!!!" begitu mbak Yuli (kakakku) bilang. Jarak dari lantai atas ke kamar tidurku memang cukup jauh, karena ada 3 pintu yang harus dilewati. Jadi wajar aja kalo Mbak Yuli bilang teriakanku dahsyat banget. Ayah dan umiku langsung memberi aku air minum. Trus ayahku membaca doa-doa. Sementara aku gak bisa ngomong apa-apa selain mataku melotot dan terus mengucap ALLAHU AKBAR.
Setelah itu, aku nggak berani tidur sendirian, umiku nemenin aku tidur di kamar. Aku peluk umiku erat-erat. Tapi ternyata....angin dingin itu masih saja mengganggu dan kenceng lewat-lewat di depan aku. Aku teriak lagi dan sampai pagiiiiiiiiiii.........akhirnya semua orang rumah terbangun ngejagain aku.Semenjak itulah aku jadi paranoid. Nggak pagi, siang atau malam, aku nggak berani sendirian di dalam ruangan. Bahkan ke kamar tidurku yang sejak SD aku tidurin sendirian, aku nggak berani!! Setiap aku mau mengambil baju, langsung badanku merinding dari ujung kaki sampai ke kepala. Mau mandi aja aku takuuuut, pasti kamar mandinya dibuka. Kalau biasanya, orang suka ngintipin orang mandi. Ini sih, kebalik, aku yang mandi, tapi sukanya ngintipin orang di luar. Hahaha.....aku dulu pas mandi, pintu kamar mandi di buka sedikit. Trus kalo umi aku atau kakakku nggak ada di sekitar kamar mandi, aku ngintip dan teriak.
Dulu itu, rumahku masih ramai karena kakakku yang nomor dua dan adikku belum menikah, jadi kami masih lengkap di rumah. Jadi, paling tidak aku punya banyak teman kalau ketakutan. Dari sinilah setiap malam kalau tidur, selalu ada yang mengganggu aku. Nyaris 2 tahun lebih aku selalu mimpi buruk dan seperti dicekek orang setiap tidur. Dan disaat aku kebangun, aku nggak bisa tidur lagi. Dan cuma ayahku yang selalu setia nemenin aku, bahkan kalau aku nggak bisa tidur, ayahku langsung nyalain tivi lagi atau kadang dia mengaji menunggu aku tertidur. Semenjak paranoid, aku tidur sama ayah dan umi aku. Yang paling sabar cuma ayahku, dia nggak pernah marahin aku. Sementara, umi aku masih sering ngomelin aku karena nggak sembuh-sembuh paranoidku.
Aku berobat ke orang pintar, ustad, kiayi, paranormal, psikiater. Aku juga terpaksa minum obat tidur selama 3 tahun dari dokter karena aku nggak bisa tidur. Kalau tidur, ya selalu mimpi buruk dan terbangun, setelah itu susah tidur lagi. Bahkan aku pernah disuruh mandi air kencingku sendiri ditambah kembang2an setelah berobat sama seorang kiyai. Tapi semuanya belum ada hasilnya. Pernah juga ikut ruqiah di Majalah Ghoib, tapi nggak ada hasilnya juga. Sampai akhirnya ada temen adikku yang memberi tahu tentang Abu Aqilla. Aku coba berobat ke sini.
Setelah aku berobat ke Abu Aqilla ini aku jadi ngerti banget tentang dunia ghaib itu seperti apa. Di sini aku nggak boleh percaya apa kata ustadz sebelumnya yang ngobatin aku, kalau aku jadi paranoid karena ada lelaki yang sakit hati sama aku. Tapi pak ustadz Abu Aqilla hanya bilang serahkan semua pada Allah. Karena hanya Allah yang tahu mengapa aku bisa jadi paranoid. Karena semua yang ghaib hanya Allah yang tahu. Aku juga rutin ikut terapi bekam, karena kepalaku harus dibekam makanya aku sempat botakin kepalaku 3x, selain itu setiap malam aku harus mengaji surat Al-Baqarah sampai khatam sebanyak 286 ayat. Aku juga disuruh melakukan puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari tidak) selama 2 bulan. Berat banget ngejalaninya, tapi lama-lama Alhamdulilah jadi ringan juga. Karena aku selalu yakin Allah gak akan memberikan cobaan diluar kesanggupan UmatNya.
Semua itu aku jalani perlahan-lahan dan perlahan-lahan keberanianku pun timbul. Yah, pokoknya lama-lama paranoidku hilang. Meski sampai sekarang aku belum berani tidur sendirian, kadang ditemani keponakanku yang gendut yang udah kelas 4 SD atau tidur sama pembantuku. Dan yang paling aku syukuri, bosku di PT Betawi Media Lestari baik banget, karena dia izinkan aku nggak masuk nyaris seminggu lebih gara-gara kena paranoid. Padahal waktu itu aku baru kerja 5 bulan lebih. Subahanallah!
Dari pengalamanku ini, aku sekarang pake jilbab. Trus sekarang jadi takut banget kalo ninggalin solat. Dan yang lebih dahsyat lagi, aku tahu kekuatan al-quran itu. Karena aku sering baca al-quran itu, makanya keberanianku mulai normal lagi.....

