Selasa, 13 Januari 2009

My Mother...


Dari dulu sampai sekarang, aku merasa agak kurang cocok dengan ibuku (umi). Aku tahu ini berat banget. Tapi semenjak ayahku meninggal, aku mencoba berusaha semaksimal mungkin bersahabat dengan ibuku. Karena aku tahu, sekalipun ibuku kerap tidak cocok sama aku, aku yakin dia sayang sama aku. Meski jujur, sampai sekarang aku masih merasa bahwa almarhum ayahku jauh lebih sayang sama aku ketimbang ibuku. Wallahualam....aku nggak boleh berpikir seperti ini terus. Makanya, aku juga terus berusaha menyenangkan ibuku sesuai kemampuanku. I love my mother.

Mungkin juga karena perhatian almarhum ayahku yang berlebihan buat aku sudah membuat kakak dan adikku terutama cemburu. Aku aja yang nggak pernah nyadar. Aku bener-bener minta maaf atas semua ini karena jujur aku memang merasa terlindungi banget sama ayahku. Apa aja yang dianggap salah sama ibuku, atau kakakku, pasti ayahku siap ngebela aku. Dan rasa ketergantungan aku yang amat besar sama ayahku akhirnya membuat aku jadi kurang mandiri. Sampai aku nggak sadar sudah membuat adik semata wayangku kesal, mungkin. Baru sekarang ini, aku nyadar kalau duluuuuuuu.....ternyata aku pernah membuat adikku sedih. I love my sisters too....

Aku tahu, saat ini aku belum bisa bikin ibuku bahagia karena banyak sekali keinginan ibuku yang tidak bisa aku penuhi dan hanya dia sendiri yang bisa memenuhinya. Ibuku masih ingin pergi haji lagi dan pergi umroh lagi dan dia punya biaya sendiri kok untuk memenuhi keinginannya itu. Dari dulu ibuku nggak suka aku jadi wartawan karena wartawan itu nggak bisa jadi kaya. Tapi dulu almarhum ayahku mendukung aku banget, jika aku senang menjalaninya. Yah, memang aku belum kaya juga sih secara materi. Tapi aku nggak mau sedih dan berdiam diri dengan keadaan ini. Aku tetap kok, mencoba mencari jalan terbaik buat hidupku dan masa depanku.

Aku juga termasuk sok mungkin, karena dari dulu kalau ditawarin nyogok untuk jadi PNS atau yang lainnya, aku selalu menolak. Alasanku cuma satu, aku sangat percaya dengan Aku percaya surat Al QS Al Muthaffifin 1 - 7 bisa menjelaskan semuanya, bahwa cara-cara yang curang itu diharamkan dalam Al-Quran. Biarlah aku kerja dengan hasil jerih payahku sendiri, usahaku sendiri tanpa bantuan orangtuaku.

Aku emang bekerja di sebuah perusahaan kecil yang aku juga nggak tahu gimana nanti masa depanku karena bekerja di swasta, tidak seperti almarhum ayahku yang kerja di BI, seluruh fasilitas kesehatan dan pensiun lengkap terjamin sampai meninggal. Juga nggak seperti kakak pertamaku yang dokter, kakak ke-2 yang mapan di BII serta adikku yang bekerja di Pemda DKI. Tapi aku yakin banget, aku bisa berusaha untuk masa depan yang lebih baik, karena aku selalu yakin Allah tidak pernah tidur dan selalu melihat hambaNya yang selalu berusaha. Amiiiiin....